Apakah Berbohong (Dusta) Membatalkan Puasa? - Ramadhan 2019

apakah berbohong membatalkan puasa

Apakah berbohong membatalkan puasa ? Semua orang beranggapan pasti dapat membatalkan puasa. Padahal berbohong atau dusta tidak masuk hal - hal yang dapat membatalkan puasa.

Adapun hal yang membatalkan puasa diantaranya :

  • Makan atau minum disengaja
  • Berhubungan seksual
  • Keluar air mani dengan disengaja
  • Perempuan yang sedang mengalami haid
  • Muntah disengaja
  • Gila
  • Keluar dari Islam
Akan tetapi tidak berarti kita boleh berbohong dan tidak membatalkan puasa. Berbohong atau dusta adalah hal yang sangat dibenci orang, bagaimana tidak orang bisa saja tidak percaya lagi apabila kebohongan kita terbongkar.

Tidak hanya di bulan Ramadhan, dimana kita harus mengisi hari di bulan tersebut dengan beramal. Karena tujuan dari berpuasa itu sendiri bukan semata untuk menahan rasa lapar dan haus, tetapi lebih dari itu.

Kita harus memanfaatkan bulan Ramadhan untuk merubah prilaku ke yang lebih baik lagi, lebih takwa kepada Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW menjelaskan :

"Banyak orang berpuasa tapi mereka tidak mendapatkan kebahagian dari puasanya, melainkan rasa lapar dan dahaga."

Dari kutipan diatas seharusnya kita sudah dapat menyimpulkan bahwa kita harus berhati - hati ketika berpuasa, seperti halnya marah ketika puasa. Karena meskipun tidak membatalkan puasa akan tetapi menjadikan puasa sia - sia, dalam artian kita tidak mendapatkan pahala kecuali rasa lapar dan haus. Begitu juga apabila berbohong ketika berpuasa.

Tidak hanya di bulan puasa, berbohong di bulan - bulan biasa juga pasti dilarang. Seperti apa yang dijelaskan dalam hadits dibawah ini :

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan (tapi) mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari No. 1903)

Jadi kesimpulannya berbohong tidak membatalkan puasa. Akan tetapi dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahal puasa. Maka dari itu hilangkan kebiasaan berbohong. Tidak hanya di bulan puasa saja, melainkan setiap hari.

Apapun masalah yang kamu hadapi, usahakan untuk tetap berkata jujur. Karena setiap kejujuran akan dicatat oleh malaikat dan Allah suka dengan sifat tersebut.

Dampak Apabila Kita Berbohong

Berbohong bukan hanya tidak disukai Allah SWT saja, setiap orang pasti tidak suka apabila dibohongi. Berikut beberapa dampak berbohong dari segi sosial :
  • Tidak disukai banyak orang (dikucilkan)
  • Apabila kebohongan kita terbongkar, orang akan sulit untuk percaya kembali
  • Kebohongan bisa jadi menjadi pengacau banyak kebaikan yang telah kita lakukan
  • Satu kebohongan akan selalu diingat orang
  • Apabila sekali berbohong, biasanya orang tersebut akan terus berbohong untuk menutupi berbagai masalahnya
  • Akan muncul rasa cemas atau khawatir apabila sudah berbohong, karena takut kebohongannya terbongkar.

Cara Mengatasi Kebiasaan Berbohong

Semua manusia pasti pernah berbohong, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Akan tetapi Allah itu Maha Pengampun.

Jadi apabila berbohong dan merasa menyesal karena perbuatan tersebut. Segeralah untuk minta maaf kepada orang yang sudah dibohongi dan minta ampunan kepada Allah akan perbuatan tersebut.

Sebelum menutup artikel ini, mungkin beberapa hal dibawah ini bisa membantu untuk mengatasi kebiasaan berbohong :
  • Tingkatkan iman dan takwa
  • Lebih baik diam apabila ada masalah yang kurang tahu
  • Munculkan rasa tentram apabila berkata jujur
  • Bicarakan atau mengaku apabila ada kesalahan yang kamu lakukan
Jadi itulah jawaban atas pertanyaan "apakah berbohong membatalkan puasa?". Semoga artikel ini bermanfaat dan semoga kita diberi pahala yang berlimpah di bulan Ramadhan ini, aamiin.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Apakah Berbohong (Dusta) Membatalkan Puasa? - Ramadhan 2019"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel