Marah Ketika Berpuasa, Apakah Membatalkan Puasa ? - Ramadhan 2019

Dalam melakukan puasa, kita bukan hanya harus menahan rasa lapar dan haus saja. Lebih dari itu, kita juga harus bisa bersikap sabar ketika menghadapi berbagai masalah. Lantas apakah marah membatalkan puasa ?

"Jangan marah - marah, nanti puasanya batal". Mungkin perkataan tersebut sering terdengan ketika seseorang sedang mengingatkan temannya yang sedang marah. Namun apakah benar ?

Di kutip dari 1001inspirasiramadhan, bahwa setidaknya ada 7 hal yang dapat membatalkan puasa, yaitu :

  1. Makan dan minum secara disengaja
  2. Berhubungan seksual
  3. Keluar air mani dengan disengaja
  4. Perempuan yang sedang mengalami haid
  5. Muntah disengaja
  6. Gila
  7. Keluar dari Islam

Apakah marah membatalkan puasa ?


Jadi marah itu tidak membatalkan puasa, dalam artian puasanya tetap sah secara syariat. Akan tetapi kita juga harus memperhatikan beberapa hal yang sunah ketika melakukan puasa, salah satunya menurut imam Abu Syuja' :
  • Menyegarakan berbuka
  • Mengakhirkan sahur
  • Meninggalkan perkataan kotor
Ketika marah otomatis perkataan yang dikeluarkan adalah perkataan kotor. Rasulullah SAW bersabda:

الصوم جنّة، فلا يرفث ولايجهل، وان امرؤ قاتله أو شاتمه، فليقل: إنّي صائم/ مرتين

Puasa adalah benteng. Maka hendaknya tidak berkata kotor dan bodoh. Jika ada orang yang mengajaknya bertengkar atau mencacinya, maka hendaknya ia katakan “Sesungguhnya aku sedang berpuasa".

Dari sabda Rasul diatas juga sudah jelas bahwa ketika berpuasa itu kita harus benar - benar menjaga ucapan kita dan jadikan puasa kita sebagai tameng supaya terhindar dari perbuatan yang buruk. Sekalipun ada yang mengajak bertengkar, sebisanya kita harus menahan emosi dan jawab dengan : "Aku sedang berpuasa".

Tapi menahan emosi dan bijak dalam perkataan itu sangatlah susah, terlebih perkataan yang memang sudah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari - hari.

Meskipun marah tidak membatalkan puasa, tapi kita juga harus memperhatikan alaman atau pahala yang kita dapatkan dari puasa seharian yang menahan lapar dan haus. Karena marah atau mengeluarkan perkataan kotor ketika berpuasa itu dapat mengurangi pahala bahkan tidak dapat pahala sama sekali.

Baca Juga : Apakah menangis membatalkan puasa ?

Imam Ibnu Majah dalam kitab Sunan meriwatkan hadis dari Abu Hurairah, yaitu :

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوْعِ وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلاَّ السَّهْر

Ada banyak orang berpuasa, namun dia tidak mendapatkan apapun kecuali rasa lapar. Banyak orang yang beribadah di malam hari, namun yang didapatkannya hanyalah keletihan akibat tidak tidur malam (HR. Ibnu Majah).

Dari beberapa penjelasan bersumber diatas bisa kita simpulkan bahwa marah tidak membatalkan puasa. Akan tetapi marah dapat mengurangi pahala puasa bahkan bisa tidak memiliki arti apapun (sia - sia) terkecuali rasa lapar dan haus.

Itulah jawaban atas pertanyaan "apakah marah membatalkan puasa ?". Semoga artikel ini bermanfaat dan silahkan bagikan kepada orang lain supaya lebih bermanfaat lagi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Marah Ketika Berpuasa, Apakah Membatalkan Puasa ? - Ramadhan 2019"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel